Kamis, 28 April 2016

10 Fakta Menarik Tentang Gladiator

 

Maximus, Spartacus,  Colosseum, Romawi Kuno, selintas bila mengingat nama-nama tersebut salah satu hal yang akan muncul dalam Top of Mind kita adalah Gladiator. Bila berbicara tentang Gladiator pasti erat kaitannya dengan pertarungan penuh darah (bahkan sampai kematian dengan cara sadis), perbudakan, hiburan bagi rakyat Romawi Kuno, binatang buas dan lain sebagainya. Ternyata dibalik itu semua, ada 10 fakta menarik tentang Gladiator yang mungkin akan memberi kita sedikit gambaran tentang kehidupan para petarung arena ini.

Sebelum masuk kedalam fakta-fakta tersebut, mari kita coba lihat sedikit tentang latar belakang Gladiator. Pertama kalau dilihat dari pembentukan katanya, Gladiator berasal dari bahasa latin yang diambil dari kata Gladius, arti kata Gladius itu sendiri adalah pedang, jadi bisa dibilang mereka adalah “Ahli Pedang” walaupun ada juga dari mereka yang bertarung dengan senjata lain. Pada umumnya mereka berasal dari kalangan budak, tahanan penjara/perang, atau prajurit yang ingin mencari pembuktian diri.
"Rudis"
 

Salah satu bentuk pencapaian tertinggi dari seorang Gladiator adalah Rudis yang merupakan lambang kebebasan. Rudis adalah pedang kayu yang diberikan kepada seorang Gladiator bila dianggap dapat memberikan penampilan yang sangat baik dan dapat memukau penonton dan kaisar. Bila mendapat Rudis, maka petarung dapat hidup dengan bebas di kalangan masyarakat Romawi Kuno bahkan mereka bisa memiliki karir sebagai pelatih Gladiator. Setelah membahas sekilas tentang Gladiator, berikut 10 fakta menarik yang mungkin belum kita ketahui.

1.   Gladiator Bukan Selalu Berasal dari Kalangan Budak

Tidak semua petarung itu berasal dari kaum budak atau mereka yang dihukum karena tindakan kriminal. Tertarik karena popularitas, dan sorakan para penonton, banyak juga orang-orang merdeka yang mendaftarkan dirinya sebagai Gladiator dengan harapan untuk memenangkan hadiah dan ingin merasakan kemenangan di arena. Biasanya orang-orang yand mendaftar berasal dari para pria yang merasa putus asa, bekas prajurit yang memiliki keahlian bertarung dan beberapa berasal dari kalangan atas.

2.   Pertarungan Gladiator Pada Awalnya adalah Bagian dari Upacara Pemakaman

Para ahli sejarah berpendapat bahwa, pada awalnya para Gladiator bertarung sebagai bagian dari upacara pemakaman bagi keluarga bangsawan yang meninggal. Bangsa Romawi percaya bahwa darah manusia mampu memurnikan jiwa dari orang yang meninggal. Pada masa pemerintahan Julius Caesar, cakupan upacara menjadi lebih besar dimana ratusan Gladiator bertanding untuk upacara pemakaman ayah dan putrinya. Ternyata para penonton menyukai pertunjukan ini dan pemerintah secara resmi memulai turnamen antar Gladiator yang di danai oleh negara.

3.   Mereka Tidak Selalu Bertarung Sampai Mati

Kalau dalam film biasanya diceritakan mereka akan bertarung dengan ganas sampai mati. Namun pada kenyataannya, pertarungan di atur agar lawan seimbang dan diawasi oleh wasit. Bila salah satu petarung ada yang terluka parah maka wasit dapat menghentikan pertarungan. Bila pertarungan berlangsung terlalu lama, dan membuat penonton bosan pertarungan juga dapat dihentikan . Pada beberapa kesempatan tertentu kedua petarung dapat meninggalkan arena dengan rasa hormat bila di anggap telah memberikan pertunjukan yang luar biasa.

Biaya melatih seorang Gladiator sangatlah mahal, karena ada biaya makan, dan tempat tinggal. Promotor (pemilik) mereka tentu enggan kalau petarung mereka mati dengan sia-sia. Pada saat pelatihan mereka mungkin dilatih untuk melukai tapi tidak untuk membunuh langsung. Namun tetap saja hidup dari Gladiator biasanya brutal dan singkat, banyak diantara mereka yang mati pada usia pertengahan 20an dan 1 banding 5 atau 1 banding 10 dari setiap pertarungan seorang petarung mati.

4.   “Thumb Down” Mungkin Tidak Berarti Mati

Bila petarung telah terluka parah atau menyerah dan mengaku kalah, maka nasib dari petarung ini akan ditentukan oleh penonton. Biasanya Kaisar berhak untuk menentukan nasib dari petarung ini, namun kebanyakan penontonlah yang mengambil keputusan. Pada film-film biasanya “Thumb Down” artinya adalah mati, namun hal ini ternyata menjadi perdebatan. Ahli sejarah justru berpendapat bahwa untuk kematian adalah “Thumb Up” dan apabila “Thumb Down”, mengibarkan sapu tangan atau mengepalkan telapak dan menunjuk dengan dua jari adalah memohon ampun. Namun apa pun itu, biasanya nasib mereka akan ditentukan dengan teriakan penonton “let him go!!” atau “slay him!!”

5.   Mereka Sangat Terorganisir

Pada saat pembukaan Colosseum, pertarungan antar Gladiator telah berkembang menjadi olahraga namun tetap ada pertumpahan darah. Para petarung dibagi kelas-kelasnya, dari rekor pertandingan, kemampuan, pengalaman, klasifikasi gaya bertarung dan penggunaan senjata.

6.   Mereka Jarang Bertarung Melawan Binatang

Sebenarnya pertarungan melawan binatang ini merupakan bagian dari acara pembukaan dari turnamen Gladiator dan biasanya yang bertarung melawan binatang ini dinamakan “Venatores” atau “bestiarii”. Mereka adalah petarung dengan kelas khusus untuk melawan binatang dari rusa dan burung unta hingga singa, buaya, beruang dan bahkan gajah. Ada sekitar 9,000 hewan yang dibunuh selama 100 hari perayaan pembukaan Colosseum. Kebanyakan dari binatang-binatang ini dilatih juga untuk saling bertarung atau ada juga yang digunakan untuk pertunjukan eksekusi tahanan.

7.   Wanita Juga Bertarung Sebagai Gladiator

Para budak wanita biasanya juga dimasukan ke dalam arena bersama dengan budak pria. Para petarung wanita ini awalnya tidak begitu dianggap, Kaisar Domitianus senang mengadu para petarung wanita ini dengan orang kerdil sebagai hiburan. Namun ada 2 orang petarung wanita yang cukup terkenal, mereka adalah “Amazon” dan “Achillia”. Pada beberapa kesempatan, petarung wanita juga melawan binatang, namun akhirnya Kaisar Septimius Severus melarang wanita di arena.

8.   Beberapa Gladiator Memiliki “Serikat Pekerja”

Meskipun mereka sering bertarung satu sama lain, namun mereka memiliki ikatan persaudaraan, dan mereka memiliki semacam serikat dan memiliki pemimpin di dalamnya. Ketika ada petarung yang mati, mereka akan memastikan bahwa dia mendapat pemakaman yang layak dan akan memberikan kompensasi kepada keluarga yang ditinggalkan. 

9.   Beberapa Kaisar Roma Terlibat dalam Pertarungan di Dalam Arena
 
Beberapa kaisar yang tercatat pernah terlibat di dalam arena antara lain Caligula, Titus, dan Hadrian namun peraturannya diperketat atau menggunakan pedang tumpul. Ada juga seorang Kaisar bernama Commodus yang sering berusaha untuk memukau penonton dengan membunuh binatang namun dari atas panggung sementara binatang nya dirantai tak berdaya, atau melawan petarung tidak berpengalaman yang ketakutan. Ketika menang dia akan menghadiahi diri sendiri dengan jumlah yang sangat mahal.

10. Mereka adalah Selebritis dan Lambang Seksual
 
Para Gladiator sangatlah terkenal diantara kalangan kelas bawah. Gambar mereka banyak terdapat pada area publik, anak-anak bermain dengan “action figure” Gladiator dari tanah liat, dan untuk petarung terbaik mereka bahkan menjadi “brand ambassador” untuk sebuah produk seperti atlit jaman sekarang. Tentu saja karena hal ini banyak wanita yang tergila-gila kepada mereka.


Original Sources:

 
Baca Juga:
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar